Begitu melihat yang pertama, aku refleks berjalan pelan sambil berkata, "hush... hush..." Lalu, saat hampir masuk ke pintu, ternyata ada satu lagi. Spontan aku mengucap, "Astaghfirullah."
Jantungku langsung berdegup lebih cepat. Padahal aku tahu, mereka tidak sedang mengejarku. Tapi tubuhku seperti mengingat sesuatu lebih dulu. Aku pernah tiga kali dikejar anjing. Sampai harus berlari.
Hari ini aku baru sadar, pengalaman ternyata tidak hanya disimpan oleh ingatan. Tubuh juga mengingatnya. Mungkin itulah kenapa menyembuhkan diri tidak selalu sesederhana berkata, "Tenang saja."
Karena kadang, pikiran sudah tahu situasinya aman. Tapi tubuh masih sedang belajar mempercayainya. Dan mungkin... tidak apa-apa.
Yang penting hari ini aku tidak lari. Aku tetap masuk ke ruangan itu. Sedikit demi sedikit, semoga tubuhku juga belajar bahwa tidak semua pertemuan akan berakhir seperti pengalaman yang dulu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar