Hari ini aku mengalami sesuatu yang aneh. Aku menangis beberapa kali..Bukan karena sedih. Bukan karena ada masalah besar. Tapi karena beberapa potongan pengalaman yang selama ini tersebar tiba-tiba seperti mulai terhubung.
Awalnya sederhana. Aku sedang bercakap dengan seseorang yang sudah lama hadir dalam hidupku. Seperti biasa, kami bercanda. Banyak bercanda. Tapi entah kenapa malam ini aku tidak hanya ingin bercanda. Aku mulai bertanya. Bukan bertanya untuk mendapatkan jawaban yang aku inginkan. Tapi bertanya karena aku sungguh penasaran.nDan di situlah aku menyadari sesuatu.
Selama ini aku sering mengira bahwa apa yang kurasakan tentang seseorang adalah kebenaran. Padahal bisa jadi itu baru sensing. Baru rasa. Baru tangkapan awal. Belum tentu kesimpulan.
Hari ini aku belajar membedakan keduanya. Aku mulai menyadari bahwa ada perbedaan antara:
"Aku merasa ada sesuatu yang sedang dia jaga."
dan
"Dia pasti takut."
Yang pertama adalah pengamatan.
Yang kedua adalah kesimpulan.
Dan ternyata ada ruang yang sangat luas di antara keduanya.
Ruang bernama rasa ingin tahu. Aku baru sadar ada pola yang selama ini sering kulakukan. Saat menangkap sesuatu, aku ingin segera memberi nama. Aku ingin segera tahu jawabannya. Aku ingin segera mengerti. Padahal mungkin tugas pertamaku bukan memahami. Tapi memperhatikan. Bukan menyimpulkan. Tapi bertanya.
Bukan mengisi kekosongan dengan asumsi. Tapi membiarkan rasa ingin tahu hidup lebih lama. Malam ini aku juga teringat beberapa orang. Pak Rasyid. Mbak Galuh. Dan beberapa orang lain yang dalam momen-momen berbeda pernah mengatakan sesuatu yang serupa tentang diriku.
Aneh rasanya. Karena selama ini aku sering merasa bingung dengan diriku sendiri. Kadang merasa tidak jelas. Kadang merasa biasa saja. Kadang merasa terlalu banyak berpikir.
Kadang merasa terlalu sensitif.
Namun hari ini aku mulai bertanya:
Bagaimana jika beberapa hal yang mereka lihat itu memang ada?
Bukan karena aku lebih baik dari orang lain. Bukan karena aku istimewa. Tapi karena memang ada sesuatu yang Allah titipkan dan selama ini aku terlalu takut untuk melihatnya.
Yang membuatku paling terharu adalah menyadari bahwa mungkin aku tidak harus memilih antara rendah hati dan mengakui karunia. Mungkin keduanya bisa berjalan bersama.
Aku bisa tetap belajar. Tetap bingung.
Tetap bertumbuh. Sambil perlahan mengakui apa yang memang sudah ada. Dan mungkin pelajaran terbesar hari ini adalah ini: Aku tidak harus mengubah setiap sensing menjadi kesimpulan.
Kadang sensing cukup menjadi rasa ingin tahu. Dan rasa ingin tahu yang jujur mungkin adalah salah satu bentuk penghormatan terdalam kepada manusia. Karena aku berhenti menganggap diriku sudah tahu. Lalu mulai bertanya:
"Ceritakan padaku. Aku ingin memahami."
Hari ini aku belum menemukan semua jawabannya. Tapi untuk pertama kalinya setelah waktu yang cukup lama, aku merasa sedang mengajukan pertanyaan yang tepat. Dan anehnya...itu sudah terasa sangat melegakan.
18 Juni 2026 Catatan seorang pembelajar yang sedang belajar menjadi penjaga ruang, penjaga hubungan, dan penjaga kemungkinan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar