Beberapa hari terakhir aku banyak menangis. Sampai rasanya kepala ikut sakit. Sampai aku lebih sering diam daripada bercerita. Lalu hari ini aku duduk mendengarkan seseorang bercerita tentang makanan favoritnya. Kami sedang makan bersama pecel lele, dia bilang sambalnya pedesss. Lalu, dia mulai bercerita hal lainnha. Sesederhana itu.
Dia cerita cara dia makan nasi klo ada sambal pecel lele. Dia cerita detail, katanya dia goreng teri garing dan goreng petai. Lalu diaduk dikuali. Katanya lebih enak. Lalu dia menambahkan lagi, sisa samba yang masih menempel di kuali diaduk lagi pakai nasi. Waah, sampai keringetan makannya.
Aku tertawa. Bukan karena ceritanya lucu. Tapi karena cara dia menceritakannya. Begitu apa adanya. Begitu tanpa jaim. Begitu seperti sedang mengizinkanku melihat sedikit bagian dari kehidupannya yang sehari-hari. Dan aku baru sadar... Saat kita nyaman dengan seseorang, hal-hal kecil yang mungkin tidak penting bagi orang lain bisa terasa sangat berharga. Bukan karena teri gorengnya. Bukan karena petainya. Tapi karena ada rasa hangat ketika seseorang bercerita tentang dirinya tanpa dibuat-buat.
Hari ini aku bersyukur. Setelah berhari-hari merasa berat, aku bisa tertawa lagi. Dan ternyata, kadang yang menyembuhkan bukan nasihat besar atau jawaban yang rumit. Kadang hanya cerita tentang sambal pecel lele, teri goreng, petai goreng, dan seseorang yang sedang menjadi dirinya sendiri di hadapanmu.
"Aku pikir aku sedang mendengarkan cerita tentang pecel lele. Ternyata yang membuatku bahagia adalah melihat seseorang cukup nyaman untuk bercerita apa adanya."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar