Jam 14.49, sebuah pesan masuk.
“Ini pakaian adek dan ado map berkas SPPD, tlg kasihkan Ali yg map merah SPPD yo.”
Aku membaca pesan itu sekali. Lalu dua kali.
“Hm.”
Itu balasanku. Di kepalaku sudah ada rencana lain. Katanya hari ini aku mau ke Palembang. Kami belum ketemu. Pakaian bisa nanti saja.
“Nanti kan mau ketemu?”
Beberapa menit kemudian baru aku tahu: dia mau ke Jambi. Aku langsung bertanya:
“Kapan ke Jambi? Belum ketemu aku sayang…”
Aku sebenarnya sudah punya rencana ke Palembang hari itu. Kalau tahu sejak semalam bahwa dia akan pergi ke Jambi, mungkin aku bisa mengatur waktu sedikit berbeda.
Setidaknya aku bisa bertemu dulu. Setidaknya aku bisa bercengkarama dengannya.
“Sayang lama ke Jambinya? Aku mau ngobrol sayang, padahal katanya hari ini mau ke Palembang, tapi semalam belum sempat ngomong.”
Lalu aku sadar, ada satu hal lain yang sebenarnya ingin kukatakan. Bukan soal Jambi. Aku ingin tahu kesehariannya. Aku ingin tahu kalau dia punya rencana pergi. Bukan supaya aku bisa mengawasi, tapi supaya aku punya kesempatan untuk hadir.
Aku akhirnya menulis:
“Boleh nggak aku minta tolong kalau sayang ada rencana pergi, aku dikasih tahu yaa.”
Lalu buru-buru kutambahkan:
“Eh ini dikasih tahu yaa. Hahaha.”
Aku tidak ingin terdengar seperti sedang membuat aturan. Aku cuma ingin dilibatkan. Aku melihat lagi barang-barang yang ada di depanku. Baju. Map SPPD.
Tadi aku sempat keringetan menerima kiriman itu. Ada sesuatu dari menerima barang milik orang lain yang membuatku gugup. Setelah melihat map merah dan memahami urusannya, pikiranku berubah. Oh. Dia percaya aku. Ada sesuatu yang dia titipkan kepadaku.
Aku mengetik:
“Terima kasih yaa sayang sudah percaya aku.”
Setelah itu aku masih kangen. Tentu saja. Tapi sekarang aku tahu satu hal bahwa kalau aku tahu lebih awal, mungkin aku bisa datang. Bukan untuk melakukan sesuatu yang besar. Cuma bertemu sebelum dia pergi. Cuma ngobrol, diskusi.
Kadang yang membuat kita sedih bukan karena seseorang pergi..Tapi karena kita baru tahu setelah kesempatan untuk mengucapkan selamat jalan hampir lewat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar