Sayang,
Ada satu cerita yang ingin aku ceritakan. Bukan karena aku masih marah, tapi karena aku tidak ingin ada yang lama tersimpan di hati.
Malam itu, setelah Sayang sibuk kerja dengan laptop, aku mengelus pipi dan rambut Sayang. Sebenarnya tidak ada maksud apa-apa selain ingin menunjukkan rasa sayangku. Itu caraku mengatakan, "Aku senang Sayang ada di sini."
Waktu tanganku ditepis, aku langsung diam. Sampai sekarang aku juga tidak tahu kenapa malam itu aku tidak sanggup mengucapkan apa yang sebenarnya kurasakan. Padahal di dalam hati aku ingin sekali bilang,
"Sayang, aku sedih. Aku nangis karena tadi tanganku ditepis."
Tapi kata-kata itu tidak keluar. Jadinya aku hanya menangis. Yang mungkin Sayang tidak tahu, di tengah aku menangis itu, aku juga merasakan sesuatu. Setiap kali aku sedikit diam dan agak menjauh, Sayang malah memeluk aku semakin erat. Aku masih mengingat pelukan itu. Makanya setelah mandi dan sholat, aku kembali tidur di samping Sayang. Aku tetap memeluk dan mencium Sayang. Hehe. Berarti aku tetap sayang.
Aku cuma ingin memahami malam itu dari sudut pandang Sayang. Apa yang ada di pikiran Sayang waktu itu? Apakah Sayang memang kaget? Geli? Refleks? Atau ada hal lain yang aku belum tahu?
Aku ingin mendengarnya langsung dari Sayang. Bukan supaya malam itu diulang. Bukan juga supaya Sayang merasa bersalah. Aku hanya ingin kita sama-sama belajar memahami bahasa sayang masing-masing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar