Selasa, 04 Agustus 2026

Ketika "Aku Ada Giat" Ternyata Bisa Berarti Banyak



Aku pernah mengira rasa sayang selalu ditunjukkan lewat waktu yang panjang, obrolan yang tidak habis-habis, atau kejutan-kejutan besar. Ternyata tidak selalu begitu.

Beberapa hari terakhir, dia sedang mengejar deadline. Dokumen harus masuk, rapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Pagi itu, dia hanya mengirim satu pesan singkat.

 "Lanjott, abg ada giat ke Rambutan Banyuasin."

Hanya satu kalimat. Lucunya, aku malah senyum. Bukan karena isi pesannya luar biasa, tetapi karena aku sadar, di tengah kesibukannya, dia masih menyempatkan memberi kabar. 
Aku membalas, "Sayang, semoga giat di Rambutan Banyuasinnya lancar yaa."
Lalu kutambahkan lagi, "Aku senang dikasih kabar giat sayang. Alhamdulillah."

Mungkin bagi orang lain itu terdengar biasa. Tapi buatku, itu bukan soal Rambutan Banyuasin. Itu tentang seseorang yang berkata, "Hari ini aku akan ke sini."

Beberapa hari sebelumnya, kami sempat menghabiskan waktu bersama. Aku melihat sendiri bagaimana dia membuka laptop. Lalu, saat pagi tiba, sebelum matahari benar-benar tinggi, dia mengantar ke sekolah, lalu kembali bekerja.

Saat itu aku baru mengerti kenapa balasan chat darinya sering singkat. Bukan karena tidak peduli, tetapi memang ada banyak hal yang sedang ia tanggung dalam satu hari. Semakin aku mengenalnya, semakin banyak kata yang muncul ketika mendengar namanya.

Ahli peta. Konservasi. Harimau Sumatra. Kebakaran hutan. Hutan. Desa-desa. Masyarakat. Pemimpin.

Dan di balik semua itu, ada seseorang yang diam-diam begadang menyelesaikan dokumen agar pekerjaannya selesai tepat waktu.

Mungkin itu sebabnya aku pernah menulis kepadanya, "Bangga banget sama Sayang."

Bukan karena jabatan atau pekerjaannya. Tapi karena aku melihat sendiri bagaimana ia menjalani semuanya. Lalu aku menambahkan satu kalimat lagi. "Dan banyak hal yang belum aku kenal dari Sayang. Hehe."

Karena memang begitu rasanya. Semakin lama mengenal seseorang, ternyata semakin banyak bagian dirinya yang belum pernah kita lihat. Dan entah kenapa, itu tidak membuatku takut, tapi membuatku penasaran. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar