Tampilkan postingan dengan label Bridge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bridge. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Januari 2023

2 Benda Kenangan Selama Porpov Sumatera Selatan 2019!

Hari ini hari kamis, hari kelimaku menjalankan aktifitas ini. Biasanya aku langsung menulis pagi-pagi sekali. Hari ini, aku mengerjakan hal lain dulu setelah pulang. Mengamankan perut dengan yang aku sedang inginkan, kuah pempek alias 'cuko', request di rumah. Setelah itu, mengatur beberapa jadwal dan sampai ke rumah pukul 11.30 WIB. Ada drama kehilangan kunci juga sebelum pulang (semoga bisa aku tuliskan juga ya). Hahaha. Sangat seru hari ini. Ada pula menyaksikan wanita favoritku di layar telepon genggam. Sebenarnya sejak tadi pagi aku melihatnya, dan ku ulangi lagi setelah pulang sampai closing statement. Senang dan sukaaa 😍 Terima kasih selalu menginspirasiku, Kak.

Ada yang berbeda dariku, aku mengubah sepatuku. Hehe. Sepatu itu tersimpan rapi, beberapa hari lalu aku menemukan sejenis tanda pengenal dari event tersebut dan merencanakan untuk memakainya hari ini. Lagian aku ingat sekali pesan seseorang tentang barang yang -ku punya, aku harus bertanggung jawab untuk hal tersebut. 

Allah berfirman,

ﻭَﻣَﺎ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓُ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﺘَﺎﻉُ ﺍﻟْﻐُﺮُﻭﺭِ

“Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Ali Imran: 185)



Jumat, 12 Juni 2020

I LEFT (2)

بسم الله الرحمن الرحيم

Semoga Allah kuatkan untuk meninggalkan apa yang diharamkan Allah dan menjalan perintah Allah. Aamiin

Ada tawaran untuk kembali, mewakili provinsi. Pun sebelumnya banyak yang tanya aku kemana, kenapa menghilang?


Memerlukan waktu mungkin lebih dari 2 tahun untuk menerima kebenarannya.
Selama itu berkutat dengan gelisah dan resah antara hati dan jiwa. Bertentangan, satu ingin sudahi, satunya ingin lanjutkan.

Baru menjalankannya 2 bulan, dan terasa menenangkan.

Yakin mau merelakan semua ketenangannya? Yakin mau gelisah2 lagi?
Enggak kaan? Semoga Allah kuatkan. Semangat Nov 💪

Minggu, 19 April 2020

I LEFT


Bismillahirrahmanirrahim. Ini salah satu keputusan terbesar yang kuambil dalam hidupku. I never imagine that now I am stop from this game. I mean from this brain sport. Teman yang sudah mengenalku sejak awal pertama masuk kuliah 2015 akan mengatakan bahwa aku adalah benar pecandu game ini. Aku memulainya ketika aku kelas 3 SMA dan berlanjut ke jenjang kuliah. Iya, aku mengakuinya, aku pecinta berat this brain sport.  All the time was for bridge, no day without bridge bahkan di kelas yang ada dosennya tak jarang aku bermain bridge online.Aku permah bercita menjadi pemain bridge nasional, pernah ikut seleksi malah tapi memang kemampuan waktu itu belum mumpuni, sekarag pun masih sama sepertinya. Ada banyak pemain hebat Indonesia. Setelah pulang dari seleksi itu, maka nafsu diri untuk menjadi pemain nasional malah semakin jadi, semakin tak terkontrol jiwa ini. Yah, aku benar senang dengan this brain sport. Penuh tantangan dan pemikiran dengan segala kerumitan dan kesenangan tersendiri. By the way, dahulu aku bahkan bercita-cita ingin menikah dengan pemain bridge.
Waktu berjalan, hampir 5 tahun berlalu atau bahkan lebih. Aku mulai berfikir, tentang tujuan hidup yang sesungguhnya. Aku mulai mencari. Ada yang salah, tentu saja pada diriku. Aku merasa ada yang hilang, tapi entah apa. Yah, sudah berkali-kali aku ingin berhenti dari ini, setiap kali ingin berhenti, ada saja selalu alasan untuk tetap tak pergi, alasannya ‘setahun lagi, setelah porpov ini atau setelah event ini’, begitu saja seterusnya. Terkahir porpov 2019 dan prapon, aku benar ingin berhenti, jiwa dan hati mulai memberontak, satu ingin lanjut satu ingin berhenti, lagi. Tapi belum tau mulai dari mana tahap penghentian ini.
Sampai pada akhirnya, Februari aku bertemu dengan seseorang, aku tanyakan hukum bermain Bridge. Aku mendapat jawaban bahwa se-tahu-nya bahwa kartu diqiyaskan dengan dadu maka hukum bermainnya tidak boleh. Baiklah, dari sana hati mulai gelisah. Kenapa? Karena aku bahkan membuatnya masuk ke sekolah.
Bukan tidak percaya, aku tanyakan dengan beberapa orang lagi, begini katanya 'coba tanyakan benar dengan Pak Ustadz', bukan tidak percaya padanya, harapannya adalah aku menemukan yang membelaku. Karena diri ini rasanya masih ingin melanjutkannya tapi hati ini ingin segera mengakhirnya. Aku bertahan, Januari ke Februari. Aku rasa aku sudah mengumpulkan beberapa jawaban dan setiap jawaban yang aku peroleh merujuk pada ‘ya benar, aku harus berhenti.’ Masih dalam keheninganku, aku mengatakan pada diriku ‘I LEFT NOW, THANK YOU.’
Lalu memulai pengentian dengan Uninstall aplikasi BBO (ada beberapa cerita tentang BBO di blog ini), keluar dari beberapa grup, insyaa allah benar-benar berhenti. Semoga Allah mudahkan aku untuk mengakhirnya. I mean, untuk berbicara kepada kepala sekolah dan wakil kesiswaan dan beberapa adik-adikku. Aku benar harus melakukannya. Semoga waktu mereka dan waktuku digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat. Aamiin. Semoga Allah menjaga kita semua. Aku harap, kamu menemukan jalan yang sama. Sekarang, aku tak punya keinginan untuk menjadi pemain nasional atau menikah dengan pemain bridge. Aku ingin mencapai surganya, dan belajar bahasa Arab.Terima kasih perjalanan 5 tahun yang berharga dan penuh pelajaran. Aku tau ini tidak mudah, tapi aku yakin bisa dengan pertolongan Allah. 
Terima kasih atas arahan dan bimbingannya untuk seseorang yang tidak bisa aku sebutkan namanya, semoga Allah melindungimu. I am sorry for all the mistakes I've made, semoga kalian memaafkan aku dan semoga Allah mengampuniku. Aamiin, aamiin.
Berikut link hukum bermain Bridge Click here!

Sabtu, 29 Februari 2020

Hukum Bermain Kartu Bridge Dengan Taruhan Dan Tanpa Taruhan

PERMAINAN KARTU BRIDGE
Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Pertanyaan
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya: Kami seringkali bermain bridge bersama rekan-rekan, dimana pemenangnya mendapat 200 riyal dari masing-masing pemain. Apakah hal itu diharamkan dan termasuk dalam perjudian ?

Jawaban.
Permainan seperti itu adalah permainan yang diharamkan dan termasuk dalam jenis perjudian, sedangkan perjudian adalah sesuatu yang diharamkan agama sebagaimana firman Allah.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ
“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang. Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)”. [Al-Maidah : 90-91]
Maka setiap muslim wajib menjauhi permainan seperti itu yang termasuk dalam jenis perjudian, agar mereka mendapat kemenangan, kebaikan dan keselamatan dari berbagai macam keburukan yang ditimbulkan oleh permainan judi sebagaimana disebutkan dalam kedua ayat di atas.
[Kitab Ad-Dakwah Al-Fatawa, hal. 237,238 Syaikh Ibn Baz]



HUKUM BERMAIN KARTU TANPA TARUHAN
Oleh
Al-Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al-Ilmiah wal Ifta.

Pertanyaan
Al-Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al-Ilmiah wal Ifta ditanya : Bila permainan kartu tidak membuat lalai dari shalat dan tanpa memberi sejumlah uang (bertaruh) apakah itu termasuk hal yang diharamkan ?

Jawaban
Tidak boleh bermain kartu meskipun tanpa bertaruh karena pada hakikatnya permainan tersebut membuat kita lalai untuk mengingat Allah dan melalaikan shalat, walaupun sebagian orang menduga atau menganggap bahwa permainan itu tidak menghalangi dzikir dan shalat. Selain itu, permainan tersebut merupakan sarana untuk berjudi yang merupakan sesuatu yang patut diajuhi, sebagaimana firman Allah.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan”. [Al-Maidah : 90]
Semoga Allah memberi petunjuk. Shalawat serta salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya.
[Fatawa Al-Islamiyah, Al-Lajnah Ad-Da’imah 4/435]
[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerbit Darul Haq]



Read more Klik Klik here!

Rabu, 04 Desember 2019

What is Bridge?



The four players form two partnerships, taking the points of the compass. North plays with South and East with West. Each player receives thirteen cards (your hand) which should be sorted into suits: spades, hearts, diamonds and clubs.
The game is divided into two phases, bidding and play.
In the first phase the partnerships use the bidding to determine which player will be the declarer and how many tricks he or she must win with the chosen trump suit (or without trumps if desired).
The second phase sees both sides attempting to win as many tricks as possible.
Once you have learnt to play the world will become your oyster. Aside from playing social bridge with friends you might join a bridge club. That could lead to you participating in tournaments, both at home and around the world.
Bidding.
Having shuffled the pack the cards are dealt clockwise, one at a time until each player has 13 cards, after which the bidding phase begins.
Each bid must state a number from one to seven, which is the number of tricks in addition to six that the bidder agrees to try and win. Each bid must specify the suit (spades, hearts, diamonds or clubs) that will be trumps (or notrump if the bidder wishes to play without a trump suit).
If a player does not wish to bid he may Pass.
For example, a bid of 1♣ is a statement to win seven tricks (six plus one) with clubs as trumps. A bid of 4♠ is a statement to win 10 tricks (six plus four) with spades as trumps suit. A bid of 3NT is a statement to win nine tricks (six plus three) without a trump suit.
Each successive bid around the table must name a higher number than the preceding bid, or name an equal number in a higher ranking suit (or notrump). For bidding purposes notrump is the highest rank, followed by spades, hearts, diamonds and clubs. There are 35 possible bids, from 1♣ (lowest) through 7NT (highest). No bid can exceed seven since a bid of eight would be a statement to win 14 tricks — clearly impossible with only 13 tricks in play.
For example, if the opening bid is 1♠, the next bid by any player may be 1NT or two or more in any suit or notrump. No player may bid 1♣, 1♦ or 1♥. The bidding cannot go backwards!
            It is also possible to use two other specialised bids, double & redouble. Any player, at his turn, may double the last preceding bid if it was made by an opponent. The effect of doubling is to increase the scoring value should the doubled bid become the final contract.
A player may redouble, at his turn, only when the last bid was made by his side and doubled by an opponent. The effect of a redouble is to increase the scoring values even further.
           Any player may bid over a doubled or redoubled bid, provided the new bid is higher than the current one. If this is done, all previous doubles and redoubles are cancelled.
           When any bid, double or redouble is followed by three consecutive passes in rotation, the bidding is closed and the final bid becomes the contract. If the contract names a suit, all cards in that suit become trumps. If the contract is in notrump, the deal is played without a trump suit.
          The player who, for his side, first bid the suit (or notrump) of the contract becomes the declarer. For example, if you bid 3NT (which becomes the contract) and partner previously bid 1NT, then partner will be the declarer.
The partner of the declarer becomes the dummy. The two remaining players will be the defenders. At this point you move on to the second phase of the game, the play.\

The play.
A play consists of taking a card from your hand and placing it face up in the centre of the table. Four cards so played, one from each player in clockwise rotation, constitute a trick.
The first card played to each trick is called the lead. The defender to the left of the declarer must make the first lead on each deal. This is called the opening lead.
The leader to any trick may play any card in his hand. The remaining three players must then follow suit if able; i.e., they must play a card of the same suit. If unable to follow suit, a player may play any card.
Immediately after the opening lead is made, dummy spreads his entire hand face up, neatly arranged into suits for all players to see. If there is a trump suit, it should be placed on the right as viewed by the dummy. As viewed by declarer, trumps would be on the left.
The player who is dummy does not select his own cards during the play. Declarer must play his own hand and the dummy’s hand, although each hand must be played from in proper turn. All four players are responsible to see that declarer’s plays from the dummy are legal, i.e., following suit when able.
The player who is dummy may warn another player against infringing any of the rules. For example, if clubs are led and declarer plays a spade from his hand, dummy might inquire, “No clubs, partner?” to prevent a revoke (failing to follow suit when able).
A trick containing a trump card is won by the player who played the highest trump.
 A trick not containing a trump card is won by the player who played the highest card of the suit led. The winner of each trick leads to the next trick. Note that the dummy is considered a separate “player” even though declarer actually selects the cards.
Each completed trick is gathered and turned face down on the table. Declarer should keep all the tricks won by his side neatly arranged so that it is apparent how many tricks have been won and the order in which they were won. The defender who first wins a trick should do the same for all the tricks won by either defender.
After all 13 tricks have been completed, play is over. Both sides must agree on the number of tricks won by declarer then the deal is scored.
 Sumber:  Click here!




Selasa, 05 Januari 2016

Special Thanks

           Untuk setahun ini aku benar benar merasa beruntung untuk kenal dan terjun kedunia Bridge ini. Aku benar benar merasa senang. Aku bertemu, aku berkenalan dengan orang orang baru.  Aku berbicara,  aku melihat orang orang baru. Aku merasa seperti setiap kali aku mengingat mereka, Tuhan memberikanku banyak kenikmatan.  Oleh sebab itu, aku sengaja meluangkan waktu, kadang hanya untuk mengingat dan mengukir seulas senyum diwajahku.  Yah, tak apa dibilang gila sementara tah tak ada yang melihat juga,  jadi aku aman aman saja. Atau berbicara sedikit dengan diriku tentang bagaimana mereka. Setidaknya dengan begitu aku merasa aku selalu bersama mereka dan aku merasa aku selalu punya teman. 
         Yep,  entah kenapa terlintas dibenakku untuk menuliskan ini saat aku sedang menuliskan hal lain.  Aku merasa aku perlu melakukannya mengingat aku sampai saat ini aku belum bisa memberikan apapun untuk mereka, bahkan mungkin mereka dipusingkan dan terganggu oleh kehadirannku.  Setidaknya dengan tulisan ini,  mereka tau jika mereka berarti untukku.  Mereka akan selalu ada dihatiku. Aku berharap nanti,  semoga aku bisa memenuhinya. Percayalah,  aku tidak bermaksud untuk mengganggu atau membuat kalian pusing atau apapun. Aku hanya senang bisa bersama kalian. Yah, terimakasih selalu ingin ku ucapkan. 
           Untuk beberapa hal yang membuat kalian merasa terganggu atau kesal dengan kehadiranku atau kebodohanku, maaf ya. Hehe.  Jika bisa aku ingin selalu melakukan kebenaran, tapi apalah daya,  salah dan lupa seakan sudah biasa, tapi aku selalu berusaha kok melakukan yang terbaik karena aku percaya bahwa kalian percaya.  Just it. 
            Well,  untuk setahun ini aku benar benar merasa tergila gila dengan permainan ini. Aku benar benar sudah jatuh cinta pada permainan ini.  Aku benar banar menyukaiya.  Tuhan terimakasih telah menghadirkan permainan olahraga ini, karena hal ini benar benar telah menjadi temanku sejak saat itu. Entahlah, aku benar benar jatuh cinta pada ini. Oleh karena itu, aku ingin mengucapkan spcial thanks for all of them who always there for me to accompany me playing this game.  Yep,  special thanks for my partner.  Partner yang hebat.  Partner yang kece. Partner yang keren.  Partner yang baik.  Partner yang luar biasa dan parner yang pinter banget.  Partner yang bisa ngerti Novi.  Pertner yang segala-galanya bagi Novi.
              Yep, aku akan mengawali rasa terimakasihku untuk partnerku yang selalu denganku.  Yuyun Ayu Lestari,  terimakasih telah menjadi partnerku.  Sukses untuk flight attendant-mu ya.  Terimakasih untuk selalu memahami selama bersama kartu-kita. Terimakasih untuk playing 1NT yang hampir semuanya sukses.  Terimakasih untuk playing No Trump No Trump yang hebat. Hehe.  Maaf ya kalo mau main No Trump pasti di usahakan bid berbelit-belit supaya Yuyun yang main.  Tapi sekarang Ayuk mu ini,  sudah mulai belajar dan berharap akan lebih baik.  Amiin.  Yep, terimakasih untuk partner yang hebat dan cantik ini, Tuhan. 
           Special thanks to Kak Wendi Arianto, thanks thanks kak,  maaf ya selama porprov mainnya salah-salah dan ilmunya masih dangkal.  Sekarang masih terus belajar-belajar.  Maaf yang main slam kemaren yang harusnya making malah down 1 karena finese KC.  Yang harusnya itu making.  Maaf ya kak.  Hehe.  Terimakasih kakak partner yang hebat play dan hebat bidding.  Terimakasih telah bermain denganku game ini. 
         Special thanks to Kak Wakhid Prihanto, terimakasih untuk menjadi partner bbo-ku. Terimakasih untuk waktu yang diberikan di bbo untukku.  Terimakasih telah mengajariku.  Yep, maaf juga jika dalam permainan atau dalam mengajarkan banyak yang membuat kesal atau marah dan lain sebagainya.  Terimakasih sudah bermain denganku.  Aku sangat berharap bisa bertemu dengan kakak. Thanks nei. 
       Special thanks to razarlkun, yep, terimakasih kak ejak untuk ilmu dan ajarannyanya.  Terimakasih waktu yang diberikan.  Maafkan banyak kesalahan dan banyak yang ditanyakan. Hehe. Novi ingin banyak tau jadi banyak nanya. Maaf untuk beberapa hal membuat kakak marah atau kesal. 
       Terimakasih untuk waktu dan cinta yang kalian berikan untuk Bridge ini. Aku senang dan aku senang.  Aku percaya, akulah orang beruntung yang sudah mengenal kalian.  Terimakasih juga untuk teman-teman Bridge yang lain. Adi, Kak Iqbal,  Yuk Yeyen, Yuni, Andriansyah, Idil,  Riky,  Muklis,  Olive,  Heni.  Terimakasih untuk perjalanan yang luar biasa dan kenangannya.  Baik dari manenagis dan tertawa. Kalian luar biasa. Hehe.  Karena kalian aku ada.  Yep, idk what should I say again,  once more thanks a lot. Thanks alot. Tetaplah menjadi partner-ku.  Aku senang dan bahagia bersama kalian. Aku senang. Terimakasih satu tahun penuh warna.

Senin, 03 Agustus 2015

BBO

                    Ah, sudah lama sekali tangan ini tak menyentuh benda bertuts-tuts seperti piano ini, hanya saja sedikit kecil dan ada hurufnya. Aneh ya rasanya, awalnya. Aku harap aku masih bersahabat denganmu, key. Hehe, nanti kita bakalan ketemu lagi ya walaupun sekarang aku tidak seutuhnya menyentuhmu, melaikan hanya sedikit merasakan kehadiranmu di telepon genggamku. Entahlah, aku tidak terlalu peduli sekarang, yang terpenting aku ingin sekali menulis. Tentunya tentang hal yang satu ini, bbo.
                BBO, bridge base online. Awal jumpa dengannya tak lama ketika kami menjalani tc (training centre) untuk porprov. Aku akui, aku belum cukup mahir bermain ini, bahkan untuk akun bbo sendiri, aku tak membuatnya sendiri. Kak Iqbal-lah yang bersedia membuatkannya. Rekan setimku selama pertandingan porprov. Kenal Bridge yang sudah lama, yakni dari sekolah dasar namun tak pernah lagi latihan semenjak sekolah menengah pertama dan melanjutkan kembali ketika kelas 2 sma itu rasanya sama saja seperti mengulang kembali dari awal. Yah, apalagi dahulu yang kami pelajari minibridge dan sekarang sepertinya tidak ada lagi minibridge, semuanya sudah benar-benar menjadi bridge. 
                         Bridge sebenarnya adalah sebuah olahraga, sama halnya seperti catur, namun jika catur individu maka bridge adalah pasangan dimana kita harus menjaga jembatan agar tak terputus, maksudnya kita menghubungkan dua otak kita untuk menjadi selaras. Artinya antara satu orang dengan yang lainnya seperti ada hubungannnya, and you know kata pemain hebat ketika kita sudah mengenal benar-benar bridge, semua kartu yang kita mainkan akan ada artinya, maksudnya disini kita seolah-olah berbicara melalui kartu itu. Wah~ itu sepertinya benar ketika aku menjadi kibitz pemain pemain dunia hebat di bbo. Tapi aku belum mencapai level setinggi itu. Hehe~ masih lama mikirnya ini.
                   Oh iya katanya sebaiknya pasangan/partner play diusahakan orang yang tetap, biar ada kontak batin gitu, katanya sih. Itu benar menurutku, karena dengan begitu partner kita bisa memahami kebiasaan kita sehingga memudahkan kita untuk saling memahami. Duh, repot ya~ Lumayan sih, dan kamu akan merindukan orang yang kamu diajaknya play setiap hari ketika dia menghilang dan tidak pernah mengajak kamu play lagi. Ah, benar sekali, benar-benar merindukannya. Hiks~
                  Back to bridge, awal kami latian bridge lagi itu ya karena aku dipanggil pelatihnya, aduh~ oke, itu lumayan agak lama waktunya. Tapi karena lain hal dan sebagainya kami mulai latihannya hanya seminggu sebelum liga bridge pelajar sumsel~ ugh, padahal itu turnamen perdana. Tapi alhamdulillah hasil yang tidak terlalu mengecewakan untuk pemula seperti kami. Oke, lupakan turnamen itu, nanti akan ada waktu lain untuk menceritakannya. Kali ini aku benar-benar ingin menuliskan tentang bbo.
                  Setelah porprov itu, entah kenapa aku nyaman sekali berada di bbo. Yep, idk why exactly. Bisa dikatakan, pagi sampe sore, sore sampe malem, bahkan sampai fajarpun aku disana. Tidak hanya play, aku mah kibitz. Seneng soalnya kalo kibitz pemain hebat. Ugh~ so awesome cara mereka play.  Disana awalnya aku jarang sekali bertemu pemain Indonesia, most of them from abroad esp US, Poland, India, Netherland, Great Britain and many other. Jadi itulah kenapa ketika bertamu pemain Indonesia, I am so happy happy sampe difollow semua mereka. Hihi~ and some of them follow me back and we're friends. Yeay, seneng bgt deh. Tapi ada juga yang engga, hiks~ Oh ya disini Novi ketemu banyak orang, tentunya mereka pada baik semua. Yah, mungkin karena bio novi "pls be nice!" tapi senenglah setidaknya aku merasa kehadiranku diterima. Ty ya, thankyou bgt~
Oh iya, aduh~ bahasa campur aduk, pemikirian campur aduk. Gpp ya, ini awal untuk Novi lagi. 
Sebenernya Novi sih fikir klo main bbo buat refrshing dan sekarang malah ketagihan. Duh~ sering lupa waktu. Jadi suka tidur malem, telat makan tapi alhamdulillah bangun masih pagi karena kebiasaan sekolah dulu. Makanya sekarang kurang tidur dan takutnya badan ga sehat waktu masuk sekolah. Do'ain ya semoga sehat ya, nter.
Oh iya ini aja ya, nter. Novi sudah lumayan lega udah nulisin ini. Cie~ alhamdulillah. 
Udah ah, let's join me in bbo, noviyanti. Let's play and have fun there. I am waiting for you ya~ See ya there. Missed you.