Tampilkan postingan dengan label Marriage. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marriage. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Agustus 2022

Marriage [May we marry the right one]


Marriage isn't easy, but it makes it easier to marry someone you truly want to be with, marriage isn't a walk in the park or a bed full of roses, marriage is hard work but it's worth the hardship and pain you go through together as one, marriage is working together, building together and being there for one another during hard times, good times and successful times, marriage is about being married to for one someone you love, someone who makes you a better person, a better muslim and a better version of yourself, marriage is being around a perosn who encourages you, matches your efforts and aligns with your thinking, marriage isn't easy at all, marriage is hard work but the end result is definitely worth it, Always marry someone who makes you their best friend and doesn't leave you behind during bad times.
" Whoever does righteousness, wheather Male or female, while he is a believer - we will surely cause him to live a good life. [ Qur'an - 16:97 ]

may Allah grant us the righteous one.🌹🥀
rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa zurriyaatinaa qurrata a'yuninw waj 'alnaa lilmuttaqeena.
"Our Lord! Grant unto us wives and offspring who will be the comfort of our eyes, and give us (the grace) to lead the righteous." [ Qur'an - 25:74 ]

Kamis, 28 Juli 2022

What does a woman want from a man?


In short, the foremost thing she wants is security. She does not want a husband who makes her live in fear, like the one who often threatens her with marrying someone besides her (i.e. with a second marriage). Or he makes her feel that his friends and his gatherings with them are more important than sitting with her. Or because of his constant, long, unrestrained staring at women he makes her feel that he may abandon her (anytime). 

She wants a husband who respects her... and who consults her... and who does not belittles her... and who praises her beauty... her talks... her cooking (food)... and he does not degrades her in front of others.

She wants her husband to give her tender loving care which she (badly) needs after long tiring work around the house, and with taking care of his kids. 

She wants true love... which makes her feel that out of all the women (in the world), her husband has only chosen her. Love which touches her feminity (i.e. makes her feel like she is a woman) . 

O husband! Do not be niggardly in spending over her (needs)... and fear Allaah regarding her rights... for she is one of the two weak ones... about whom the Prophet ﷺ advised us to take care of.

📚 [Shaikh Muhammad Ibn Umar Baazmool]
Trans: Fahad Barmem

Kamis, 12 Mei 2022

Rumah Tangga



Diantara salah satu kunci rumah tangga sukses adalah, manakala suami dan isteri itu saling bersahabat dan berteman dekat. Saling curhat, bercanda, bermain bersama dan membutuhkan satu dengan lainnya. Karenanya di al-Qur'an, isteri sering disebut dengan "shahibah" (teman wanita), karena memang ia selalu membersamai dalam suka dan duka, dalam mudah dan susah, dan ketika bahagia dan sengsara. Karena dia lah salah satu penguat bagi suami.

Jumat, 11 Maret 2022

IBU RUMAH TANGGA PENUH PERCAYA DIRI

Menjadi sosok ibu rumah tangga adalah predikat mulia yang disandang seorang wanita ketika telah menikah dan memiliki anak. Banyak wanita yang menginginkan menjadi figur istri sholihah yang selalu bia membahagiakan suami dan anak – anak , mampu mengelola rumah tangga dengan baik sanggup membina hubungan yang harmonis dengan tetangga, memiliki kiprah di masyarakat yang selaras dengan fitrahnya dan segudang obsesi ideal lainnya.

Begitu banyaknya aktivitas positif yang bisa dilakukan seorang wanita meskipun orang memandangnya sebelah mata, “ah“ hanya ibu rumah tangga apa istimewanya?

Jangan apriori dan berpikir negative percayalah anda seorang ibu rumah tangga justru bisa mendulang pahala berlimpah ketika profesi agung ini mampu diembannya dengan baik. Dia bisa memberi manfaat ganda kepada orang lain ketika ia mampu menempatkan dirinya dengan bijak mulai dari menyelesaikan domistik rumah tangga, pelayanan pada suami, mendidik anak, menjadi penggiat dakwah, memiliki skill yang berkaitan dengan kewanitaan, dan lain – lain yang selaras dengan jiwa kewanitaan.

Dengan tugas dan kewajiban yang banyak itu wanita perlu energi baru atau gizi baru agar aktivitas yang dilakukan lebih bersemangat. Semakin tinggi intensitas kegiatan yang dilakukannya semakin banyak pula cadangan energi positif Islami yang harus dimilikinya agar tetap percaya diri :

Bekal Ilmu

Ini modal utama agar sisi keimanan tetap kokoh, lebih – lebih ilmu syar’i / agama.

طَلَبُ الْعلِْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسلْمٍِ

“Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim” (Shohih diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam sunannya No : 224).

Dengan ilmu yang memadahi ia akan tampil percaya diri dalam menjalankan aktifitasnya. Begitu pula ilmu penunjang seperti sebagaimana mengelola manajeman rumah tanga, tumbuh kembang anak , gizi dan makanan, kejiwaan anak dan lain – lain yang relevan.

Bergaul Dengan Orang – Orang Shalih

Ini sangat penting agar kesetabilan iman dan frekvensi batinnya stabil. Banyak faedah yang diperoleh ketika bersahabat dengan orang –orang yang berilmu, berakhlak mulia dan memiliki kepedulian pada Islam. Mereka bisa dijadikan tempat sharing ketika suatu ketika kita butuh penguatan komitmen keimanan atau perlu nasehat

Me Time.

Waktu pribadi ( me time) sangat dibutuhkan agar ia tak jenuh atau future dalam melaksanakan semua aktivitas hariannya yang seolah – olah tak henti. Me time bisa berujud membaca buku bermanfaat, menghafal Al-Qur’an, kunjungan ke saudara, refreshing dan lain – lainnya yang disesuaikan dengan minat atau hobinya. Perlu pula ia memiliki ibadah special / unggulan yang bias memperberat timbangan disisi Allah seperti puasa, sholat, dzikir, dan lain – lain.

Berolah Raga

Pisik yang perlu fresh, diantaranya dengan olah raga seperti berjalan kaki, bersepeda, senam ringan. Dengan badan sehat dan kuat Insya Allah aktivitas sebagai ibu rumah tangga akan lancar. Bukankah Rasulullah juga pernah mengadakan lomba lari dengan Aisyah ?. Selain itu olah raga bisa merekatkan hubungan dengan suami – anak.

Menghasilkan Karya

Subhanallah betapa bahagianya seorang suami ketika istrinya mampu mengemban amanah rumah tangga dengan baik seperti : mampu mencetak anaknya hafal Al-Qur’an. Ini karya besar buah dari mendidik anak ala Nabi. Mampu menjadikan buah hatinya berakhlak santun , lembut dan suka membantu orang tua.

Bentuk karya lain adalah berupa masakan / produk makanan, kerajinan, pandai menjahit dan lain –lain yang bermanfaat untuk diri dan orang lain.

Demikianlah secara singkat tips dan kiat agar menjadi ibu rumah tangga yang penuh percaya diri. Hadapi segala masalah dengan simple dan mudahkan urusan.

“Mudahkanlah setiap urusan dan janganlah kalian mempersulitnya, buatlah mereka tenang dan jangan membuat mereka lari”.

“Fokus pada kelebihan diri sendiri , niscaya anda akan penuh percaya diri”.

***

Referensi : 

Majalah Usroti, edisi 04 vol II 2017

Oue Heart, Zainal Abidin bin Syamsudin, Pustaka Imam Bonjol , Jakarta 2014

Penulis: Isruwanti Ummu Nashifa

sumber: https://muslimah.or.id/9706-ibu-rumah-tangga-penuh-percaya-diri.html

Via HijrahApp

Minggu, 12 Desember 2021

Ternyata Masih Banyak yang Keliru

Menafkahi orangtua tidaklah wajib atas anak kecuali dengan dua syarat berikut: 

1. Orangtua miskin dan membutuhkan bantuan. 
2. Si anak kaya dan memiliki kelebihan nafkah setelah nafkah yang diberikannya kepada keluarganya. Syarat ini disepakati oleh para Ulama.
[Lihat: Hasyiyah Ibnu Abidin 2/678; Minahul Jalîl, 2/448; Mughnil Muhtâj, 3/446; al-Inshâf, 9/392]

Jika kedua nafkah ini bisa dipenuhi, maka wajib bagi anak untuk melakukannya. Namun jika hartanya hanya cukup untuk salah satu nafkah saja, maka nafkah istri dan anaknya harus didahulukan daripada nafkah orangtuanya; karena nafkah keluarga adalah konsekuensi dari akad nikah, sehingga merupakan hak manusia. 

Sedangkan nafkah orangtua adalah bentuk kebaktian dan bantuan, sehingga masuk kategori hak Allâh Azza wa Jalla . Dan hak manusia didahulukan atas hak Allâh Azza wa Jalla ; karena hak manusia didasari musyâhhah (saling menuntut) sedangkan hak Allâh Azza wa Jalla didasari musâmahah (pengampunan).

Khusus tentang prioritas dalam nafkah, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Mulailah dengan menyedekahi dirimu sendiri. Jika ada sisa, sedekahilah keluargamu. Dan jika masih ada sisa lagi berikanlah kepada kerabatmu. [HR. Muslim, no. 997] 

Nafkah keluarga juga tetap wajib meski kepala keluarga jatuh miskin, sedangkan nafkah orangtua hanya wajib jika si anak mampu. Dan para Ulama telah sepakat akan wajibnya mendahulukan nafkah anak istri sebelum orangtua.

[Lihat: Nailul Authâr, asy-Syaukani, 6/381]

Allahu A’lam 

🌐 almanhaj.or.id 
📷 @mahasiswa.salaf