Sabtu, 05 September 2026

Sayang, terimakasiii.

Aku jadi ingat dulu banget. Dulu aku cuma berani berasumsi. Aku nggak berani bertanya. Yang paling bikin aku shock bahwa kalau kangen, ternyata seseorang bisa diam. Hehe. Dulu aku baru pertama kali belajar bahwa seseorang yang kangen juga bisa memilih diam, dan ternyata itu bukan berarti tidak sayang. Aku tau dari sayang. 

Ya Allah, lucu banget kalau mengingat aku yang dulu. 

Dari aku yang pernah nangis sampai nggak bisa ngerjain daftar isi, sampai akhirnya aku bisa menyelesaikan tesis. Dari banyak hal yang dulu terasa besar dan menakutkan, sampai akhirnya satu per satu bisa kulewati. Dan di sepanjang perjalanan itu, ada banyak sekali kebaikan sayang yang mungkin tidak semuanya bisa aku sebutkan satu per satu.

Hal-hal kecil. Cara sayang mengingat sesuatu tentang aku. Cara sayang hadir. Cerita-cerita kecil yang sayang bagi. Bahkan mungkin hal-hal yang buat sayang biasa saja, tapi entah kenapa tinggal lama sekali di ingatanku.

Mungkin itu sebabnya aku sering bilang ingin belajar banyak tentang sayang. Aku ingin tahu cara sayang berpikir. Aku ingin tahu bagaimana sayang melihat dunia. Aku ingin tahu cerita-cerita sayang yang belum pernah sayang ceritakan. Aku ingin tahu hal-hal kecil tentang sayang. Tapi ternyata semakin aku belajar tentang sayang, semakin banyak yang aku temukan tentang diriku sendiri.

Tentang kenapa aku bisa takut. Tentang kenapa aku bisa kangen lalu ingin mendekat. Tentang kenapa sebuah kabar pendek bisa membuatku merasa begitu dipilih. Tentang kenapa ketika tidak ada kabar, kepalaku bisa mulai membuat cerita sendiri. Tentang bagaimana ternyata aku bisa belajar berhenti sebentar, menarik napas, lalu bertanya kepada diriku sendiri, “Sebentar, sebenarnya apa yang sedang terjadi?”

Dan mungkin itulah salah satu hadiah terbesar dari perjalanan ini. Aku datang dengan keinginan untuk mengenal sayang lebih banyak. Tapi sepanjang jalan, aku malah perlahan berkenalan dengan diriku sendiri.

Sayang, aku nggak tahu apa lagi yang bisa aku bilang selain terima kasih. Terima kasih untuk semua kebaikan yang mungkin sayang sendiri nggak sadar sudah sayang berikan.

Terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan hidupku. Dari aku yang dulu nangis karena daftar isi tesis, sampai aku yang akhirnya bisa bilang, “Tesisku selesai.”

Dan sekarang aku masih ingin belajar. Belajar tentang sayang. Belajar tentang aku. Belajar tentang bagaimana dua orang yang sama-sama punya cerita, ketakutan, kebiasaan, dan cara masing-masing untuk merasa aman bisa pelan-pelan saling memahami.

Sayang, bantu aku yaaa. Kalau boleh, tetap temani aku belajar. Bukan karena aku ingin sayang selalu punya jawaban untukku. Tapi karena aku merasa ada banyak hal yang bisa kupelajari dari perjalanan kita. Dan mungkin nanti, setelah melewati lebih banyak hal, aku akan kembali membaca tulisan ini dan tersenyum.

Melihat perempuan yang mengetik sambil menangis pada malam September ini. Perempuan yang ternyata sedang tumbuh. Pelan-pelan. Sambil tetap mencintai. Sambil tetap belajar. Sambil makan karena baru sadar ternyata dari tadi lapar. Dan iya, mungkin malam ini aku memang sedang lebih mudah tersentuh.

Tapi tidak apa-apa. Malam ini aku sedang ingin berterima kasih. Thank you, sayang. Loveee youuuu sayang. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar