Selasa, 15 September 2026

Ternyata Masih Ingin Dekar


Tadi kami duduk bareng dari sekitar jam dua belas sampai hampir jam lima. Makan pisang goreng. Dia sibuk dengan laptopnya. Aku lebih banyak diam, nemenin.

Aneh ya, ternyata aku nggak butuh banyak hal untuk merasa senang. Nggak harus diajak ngobrol terus. Nggak harus melakukan sesuatu. Cukup duduk di dekatnya, melihat dia sibuk dengan dunianya, sesekali ngobrol sedikit, lalu diam lagi.

Waktu terasa cepat. Sampai akhirnya dia bilang mau pulang. "Mau ambil printer. Istirahatlah di atas." 

Dan aku baik-baik saja. Nggak ada kecewa. Nggak ada sesuatu yang sebenarnya aku harapkan lalu nggak terjadi. Aku memang tahu setelah itu kami akan berpisah dan kembali ke urusan masing-masing.

Tapi malamnya... Aku pikir aku masih akan oke-oke saja. "Istirahatlah, sudah malam ke atas."katanya bicara padaku. Aku menatapnya dalam diam.  Entah kenapa rasanya berat. Aku bahkan nggak menyangka masih akan merasa seperti ini setelah tadi sudah hampir lima jam bersamanya.

Mungkin karena tadi aku terlalu nyaman. Sampai ketika waktunya selesai, tubuhku seperti belum selesai ingin berada di sana. Lucu juga.

Aku bisa menerima dia pulang. Aku nggak mengejar supaya waktu kami diperpanjang. Aku juga nggak sedang meminta apa-apa. Aku cuma ternyata masih ingin dekat.

Dan mungkin itu saja yang sedang kurasakan malam ini. Nggak perlu dicari alasannya terlalu jauh. Aku cuma kangen. Wkwk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar