Aku cuma ingin menyampaikan sesuatu. Aku sudah mencoba banyak sekali refleksi tentang hubungan kita sejauh ini. Aku juga sering bertanya pada diriku sendiri tentang keyakinanku, apakah aku benar-benar ingin menjalani hubungan ini bersama Sayang.
Aku belajar sungguh-sungguh mengelola rasa cemas, mengurangi prasangka dan asumsi, serta menyampaikan kebutuhanku tanpa menyindir. Tapi aku juga mulai sadar kalau aku tidak bisa sendirian membangun hubungan yang membutuhkan dua orang.
Aku capek, Sayang. Aku capek sekali kalau kita sedang berjauhan. Sejauh ini, aku merasa Sayang belum punya keinginan untuk bertumbuh bersama dalam hal komunikasi. Ini perasaanku, ya. Aku tidak bermaksud menyimpulkan apa yang ada di pikiran Sayang.
Bertumbuh bersama bukan berarti Sayang harus berubah menjadi orang yang selalu tersedia, selalu pandai mengungkapkan perasaan, atau harus berkomunikasi dengan cara yang sama persis denganku. Tapi aku ingin kita punya kemauan untuk melakukan hal-hal kecil yang membuat hubungan ini terasa dijalani bersama.
Misalnya yaaa,
1. Memberi kabar kalau ada perubahan rencana atau akan pergi ke suatu tempat. Bagiku, kabar itu penting karena membuatku merasa dilibatkan. Bukan untuk mengontrol atau mengetahui semua aktivitas Sayang, tetapi supaya aku punya konteks tentang keadaan Sayang.
2. Memberi tahu ketika sedang sibuk, sekaligus memberi gambaran kapan kira-kira kita bisa ngobrol. (Mungkin Sayang pernah bilang sedang sibuk atau banyak gawe, tapi aku belum merasakan adanya kepastian kapan kita bisa punya waktu untuk berbicara/ngonbrol. Aku tidak ingin terus menebak-nebak (aku sering sekali bilang tentang ini).
3. Bersedia mendengarkan ketika aku menyampaikan sesuatu yang penting. Aku tidak tahu apakah selama ini Sayang benar-benar menangkap apa yang aku sampaikan lewat chat. Mostly respons yang sering aku terima adalah Sayang mengantuk atau mau bobok. Padahal, kadang aku butuh keberanian yang cukup besar untuk mengungkapkan sesuatu itu. Kadang aku merasa sedih kalau merasa tidak didengar.
4. Sesekali memulai percakapan karena memang ingin berbagi. Aku masih ingat cerita jeruk gelga di Tanjung Sakti. Sesederhana itu saja bisa membuatku merasa diingat dan dilibatkan. Aku senang mendengarkan cerita Sayang. Tapi sedih juga kalau sampai sepuluh hari kita tidak berkomunikasi baru mendapatkan kabar yang seperti itu. Aku merasa harus selalu memulai duluan.
5. Mau membicarakan kesulitan komunikasi tanpa menganggap kebutuhanku sebagai gangguan. Aku tahu Sayang mungkin bukan orang yang romantis atau banyak bicara. Sebenarnya aku tidak masalah dengan itu. Aku malah suka Sayang yang seperti ini. Tapi hubungan dibangun oleh dua orang. Ada hal-hal yang menurutku bisa kita bicarakan dan pelajari bersama.
Aku tidak sedang meminta hubungan yang sempurna, Sayang. Aku juga masih belajar dan pasti punya banyak kekurangan. Aku cuma ingin tahu apakah Sayang juga mau belajar mengenal, memahami, dan mengusahakan hubungan ini bersamaku. Aku ingin kita sama-sama merasa punya pasangan, bukan hanya ketika sedang bertemu, tetapi juga ketika sedang berjauhan.
Aku menyampaikan ini karena aku masih peduli dan masih ingin ada ruang untuk bertumbuh bersama. Tapi aku juga perlu jujur bahwa aku mulai lelah kalau usaha ini hanya terasa datang dari satu arah.
Aku ingin mendengar bagaimana Sayang melihat hubungan kita dan apa yang Sayang inginkan juga. Aku sayang Sayang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar