Selasa, 23 Juni 2026

Maaf Baru Kelar Gawean

Ada kalimat yang secara tata bahasa tidak istimewa. Tidak puitis. Tidak romantis. Tidak akan masuk buku kutipan cinta. Tapi entah kenapa tinggal lama di kepala. Kalimat itu berbunyi:
"Dek, maaf baru klar gqwean, dah makan lum."
Selesai.

Tidak ada "aku kangen." Tidak ada "aku sayang." Tidak ada emoji hati. Hanya pertanyaan sederhana setelah hari yang panjang.

Dulu aku mengira yang membuat seseorang merasa dekat adalah kata-kata besar. Ternyata bukan. Justru sering kali kedekatan tumbuh dari hal-hal yang nyaris tidak terlihat. Orang yang mengingat kamu belum makan. Orang yang memberi kabar setelah sibuk. Orang yang tidak menghilang begitu saja. Orang yang merasa perlu menjelaskan keberadaannya. Mungkin yang membuatku terharu bukan pertanyaan tentang makan. Melainkan kata:
"maaf."

Karena kata itu berarti:
"Aku tahu kamu menunggu."

Dan entah kenapa, ada rasa hangat ketika seseorang mengakui keberadaan kita bahkan dalam keterlambatannya. Aku baru sadar. Selama ini aku terlalu fokus mencari bentuk-bentuk kasih sayang yang besar. Padahal kadang hati terasa penuh hanya karena satu pesan sederhana:
"Sudah makan belum?"

Karena di balik pertanyaan itu ada sesuatu yang lebih dalam:
"Aku masih memikirkanmu."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar