Catatan Perjalanan
Hari ini aku menangis berkali-kali. Awalnya aku hanya ikut Pak Rasyid berkeliling bertemu beberapa orang. Aku lebih banyak diam daripada berbicara. Tapi justru dalam diam itu aku mulai menyadari sesuatu.
Selama ini aku sering menangkap suasana ruang, kualitas hubungan, rasa percaya, rasa tidak percaya, penerimaan, penolakan, dan hal-hal yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Aku bisa merasakan ketika orang nyaman. Aku bisa merasakan ketika orang defensif. Aku bisa merasakan ketika hubungan mulai terbuka. Tapi selama bertahun-tahun aku tidak punya bahasa untuk menjelaskan apa yang kurasakan.
Aku bahkan sempat berpikir ada yang salah denganku. Aku takut dianggap aneh. Aku takut hanya mengarang. Aku takut tidak ada tempat untuk kemampuan seperti ini.
Hari ini aku mulai melihat bahwa mungkin yang selama ini kurasakan memang nyata.
Aku teringat YAF. Aku teringat ketika pertama kali mendengar:
"Keberhasilan intervensi tidak terutama ditentukan oleh metode, tetapi oleh kondisi batin orang yang melakukan intervensi."
Waktu itu aku paham secara pikiran. Hari ini aku mulai memahaminya melalui pengalaman. Aku melihat bagaimana rasa aman mengubah percakapan. Aku melihat bagaimana penerimaan membuka kemungkinan. Aku melihat bagaimana hubungan lebih menentukan daripada teknik.
Aku juga teringat Juli 2025. Saat menjadi MC Dialog Yurisdiksi Karet. Aku tidak terlalu percaya diri. Aku tidak merasa sempurna. Tapi aku berkata:
"Aku mau coba."
Hari ini aku sadar, mungkin keberanian terbesar dalam hidupku bukan saat merasa yakin. Tetapi saat tetap melangkah meskipun belum yakin.
Hari ini aku mengunjungi Museum Musi Banyuasin. Aku melihat timeline sejarah. Anehnya aku merasa sangat lelah dan terharu. Aku merasakan perjuangan, kehilangan, pengorbanan, harapan, dan kesungguhan orang-orang yang hidup sebelumku. Aku merinding.
Dan untuk pertama kalinya aku tidak langsung menganggap diriku berlebihan. Aku hanya menerima bahwa aku memang merasakannya.
Aku juga berbincang dengan Mas Giri. Ia bercerita tentang kelelahan yang selama ini disimpan sendiri. Dan aku terkejut. Dulu mungkin aku akan menghindari percakapan seperti itu.
Hari ini aku justru ingin mendengar. Bukan untuk menyelesaikan. Bukan untuk memperbaiki. Hanya untuk menemani.
Pelajaran terbesar hari ini bukan tentang fasilitasi. Bukan tentang Theory U. Bukan tentang Systems Thinking. Pelajaran terbesar hari ini adalah:
Aku tidak gila.
Aku tidak rusak.
Aku tidak terlalu sensitif.
Aku hanya sedang belajar mempercayai apa yang selama ini sudah kurasakan.
Dan ternyata itu sangat melelahkan. Tetapi juga sangat melegakan.
Jika suatu hari nanti aku membaca catatan ini lagi... Saat pekerjaan semakin besar. Saat forum semakin banyak. Saat orang-orang mulai menyebutku fasilitator, convener, atau steward. Aku ingin mengingat satu hal bahwa jangan lupakan Novi yang hari ini menangis.
Karena dari air mata inilah lahir keberanian untuk mempercayai dirinya sendiri. Dan mungkin...inilah salah satu hari ketika perjalanan menjadi Steward of Connection benar-benar dimulai.
— Novi, yang akhirnya mulai menemukan bahasa untuk apa yang selama ini ia rasakan...
Dari Aku Harus Mengubah Sistem menjadi Aku Harus Bertanggung Jawab atas Bagianku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar